Sudah tepat satu bulan Bapak Joko Widodo bersama wakilnya Basuki Tjahaja menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. Kedua pemimpin baru yang memiliki komitmen "Berantas Korupsi" ini sepertinya akan mewujudkan banyak harapan masyarakat -khususnya masyarakat kota Jakarta- akan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
Seperti berita yang baru saja saya kutip dari website Ahok.org, mari kita simak bersama
Sudah satu pekan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memimpin Ibu Kota. Bersama wakilnya, Basuki T Purnama (Ahok) pasangan ini langsung melakukan gebrakan.
Setelah dilantik pada 15 Oktober, Jokowi dan Ahok langsung tancap gas. Jokowi turun ke lapangan, sementara Ahok mengurusi birokrasi.
Menurut Pengamat Politik dari UIN Jakarta Gun Gun Heryanto, gebrakan sepekan Jokowi sudah sesuai (on the track). Gebrakan itu sudah memberikan kesan baik kepada warga Jakarta.
Betapa hebatnya kedua sosok pemimpin baru ini. Dengan waktu sepekan saja, bapak Jokowi - Ahok ini sudah membuat gebrakan. Mereka membagi tugasnya masing - masing dan bekerja dengan profesional. Meski sepertinya banyak kalangan yang kurang sejalan dengan rencana mereka untuk perbaikan Jakarta ke arah yang lebih baik, namun bapak Gubernur dan wakilnya ini tetap berjalan dengan tulus hati dengan niat yang baik.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita setuju dan mendukung cara kerja kedua bapak pemimpin ini? Saya sendiri, meskipun tidak berdomisili di daerah Jakarta (tapi tinggal dekat dengan Jakarta), sangat kagum dan mendukung cara kerja bapak Jokowi - Ahok yang tegas dan tepat pada sasaran. Dalam pikiran saya, banyaknya perbaikan di Ibukota negara ini diharapkan juga akan berdampak baik bagi daerah - daerah lain di sekitarnya, bahkan bagi negara Indonesia.
Maka dari itu mari kita dukung setiap kinerja pemimpin yang baik dan benar. Tidak hanya bapak Jokowi dan Ahok, saya yakin masih banyak pribadi - pribadi diluar sana yang memiliki potensi dan kepedulian terhadap negara Indonesia. Kitapun sebagai generasi muda selayaknya membangun diri menjadi pribadi yang beretika, bermoral dan bermartabat baik. Ingat! Baik Tidak Selalu Benar! Dan Setiap orang yang Bermoral belum tentu Beretika yang baik dan benar! Kita bukanlah pribadi yang sempurna, kita tidak berhak merasa lebih baik atau benar dari siapapun. Mari kita belajar untuk memahami dan memperbaiki diri terus menerus.
Ada baiknya kita perbaiki mental bangsa dan negara kita yang saat ini sepertinya sudah mulai menurun. Di tangan pribadi - pribadi yang tepat, saya harap semakin banyak pula kebijakan - kebijakan yang mampu membenahi banyak hal, baik lingkungan sekitar, kota, bangsa, negara, bahkan dunia kelak. Semoga saja. Amin :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar